Berita Terkini

12

KPU Majalengka Ikuti Sosialisasi Program TASPEN untuk ASN

Majalengka, Selasa (12/05/2026), Suasana ruang pertemuan Sekretariat KPU Kabupaten Majalengka terlihat penuh antusias sejak pagi. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekretariat mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh PT TASPEN (Persero). Materi yang dibawakan meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta program terbaru bertajuk TASPEN Smart Save. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka, Chaeruman Setia Nugraha. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT TASPEN yang bersedia hadir memberikan pencerahan langsung kepada para pegawai. Menurutnya, masih banyak ASN yang belum sepenuhnya memahami seluk-beluk hak kepegawaian yang telah melekat pada diri mereka sejak awal pengangkatan. "Jangan sampai kita bekerja puluhan tahun tetapi tidak tahu manfaat apa saja yang bisa diambil. Sosialisasi seperti ini adalah jembatan antara hak peserta dengan layungan negara. Gunakan kesempatan ini untuk bertanya sebanyak-banyaknya," ujar Chaeruman. Hadir sebagai narasumber, tim dari PT TASPEN Kantor Cabang Cirebon membawakan materi secara sistematis. Pemaparan diawali dengan pengenalan kembali program Jaminan Hari Tua yang sudah tidak asing di telinga peserta. Dijelaskan bahwa JHT merupakan simpanan wajib yang dikelola negara dan dapat dicairkan saat peserta memasuki masa pensiun, meninggal dunia, atau mengalami cacat total tetap. Nominalnya terus berkembang karena mendapat hasil pengembangan setiap tahun. Selanjutnya, narasumber mengupas Jaminan Kecelakaan Kerja. Peserta tampak terkejut mengetahui cakupan program ini ternyata sangat luas. Tidak hanya kecelakaan yang terjadi di ruang kantor, tetapi juga saat dalam perjalanan dinas, perjalanan dari rumah menuju tempat kerja, bahkan saat mengikuti kegiatan kedinasan di luar kota sekalipun. Perlindungan meliputi biaya pengobatan, santunan sementara tidak mampu bekerja, hingga santunan kematian. Yang paling menyita perhatian peserta adalah pengenalan program TASPEN Smart Save. Layanan ini merupakan produk tabungan tambahan yang bersifat sukarela. ASN dapat menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan untuk dikelola oleh TASPEN dengan imbal hasil yang kompetitif. Keunggulannya, proses penyetoran dilakukan secara otomatis melalui pemotongan gaji sehingga tidak terasa memberatkan. "TASPEN Smart Save cocok bagi ASN yang ingin memiliki tabungan jangka panjang selain JHT. Bunga yang diberikan lebih baik daripada tabungan biasa, dan dana dapat diambil sewaktu-waktu sesuai kebutuhan darurat," jelas perwakilan PT TASPEN di hadapan peserta. Sesi tanya jawab berlangsung sangat meriah. Sejumlah ASN mengajukan pertanyaan teknis tentang mekanoris Klaim JKK jika kecelakaan terjadi di luar kota, prosedur pembukaan rekening TASPEN Smart Save, serta konsekuensi jika peserta berhenti bekerja sebelum memasuki masa pensiun. Tim narasumber menjawab dengan sabar disertai contoh-contoh sederhana yang mudah dipahami. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tim PT TASPEN. Para ASN pulang membawa tidak hanya sertifikat kehadiran, tetapi juga pemahaman baru tentang hak-hak keuangan yang selama ini mungkin terabaikan. Dengan adanya JHT, JKK, dan TASPEN Smart Save, pegawai KPU Kabupaten Majalengka kini memiliki bekal yang lebih lengkap untuk menjalani masa kerja produktif sekaligus merencanakan masa pensiun yang lebih nyaman. PT TASPEN pun membuka pintu lebar bagi siapa saja yang ingin berkonsultasi lebih lanjut melalui layanan pelanggan resmi mereka


Selengkapnya
19

KPU Kabupaten Majalengka Bedah SPIP Periode April 2026

Majalengka, Senin (11/05/2026), Ruang rapat utama KPU Kabupaten Majalengka berubah menjadi ruang pembelajaran bersama pagi ini. Seluruh komisioner dan jajaran sekretariat mengikuti rapat pleno internal yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Majalengka. Agenda utama pertemuan adalah pembahasan mendalam mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) periode April 2026. Berbeda dari biasanya, pada kesempatan ini Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka, Chaeruman Setia Nugraha, tampil sebagai penyaji utama. Ia mendapat kepercayaan untuk menjelaskan materi-materi pokok yang terdapat dalam SPIP, mulai dari pengertian dasar, tujuan, ruang lingkup, hingga penerapannya dalam setiap sendi kegiatan sekretariat. Rapat dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Ketua KPU membuka sesi dengan mengingatkan bahwa SPIP adalah alat kendali yang menjaga organisasi tetap berada di jalur yang benar. "Tanpa pengendalian intern yang baik, kita bisa saja bekerja keras tetapi melenceng dari sasaran. Maka dari itu, pemahaman bersama tentang SPIP sangatlah penting," ujarnya. Selanjutnya, Chaeruman maju ke depan ruangan dan mulai memaparkan materi. Dengan gaya komunikatif, ia menjelaskan lima komponen utama SPIP yang wajib dipahami setiap pegawai: Lingkungan Pengendalian, Menyangkut sikap dan perilaku pimpinan serta seluruh pegawai dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pengendalian intern. Kejujuran dan keteladanan menjadi pangkalnya. Penilaian Risiko, Setiap kegiatan harus diidentifikasi potensi hambatannya. Chaeruman memberi contoh risiko kesalahan data pemilih dan keterlambatan distribusi logistik. Kegiatan Pengendalian , Berupa tindakan nyata yang dilakukan untuk meminimalisir risiko, seperti prosedur pencatatan ganda, verifikasi dokumen, serta pemisahan tugas yang jelas. Informasi dan Komunikasi, Data harus mengalir dengan cepat dan akurat antar bagian. Tidak boleh ada informasi yang terputus di tengah jalan. Pemantauan, Setiap pelaksanaan harus diawasi secara berkala, baik oleh atasan langsung maupun melalui evaluasi mandiri. Suasana rapat menjadi hidup ketika Chaeruman membuka sesi tanya jawab. Beberapa komisioner mengajukan pertanyaan tentang bagaimana SPIP bisa dijalankan secara praktis di tengah keterbatasan jumlah staf. Sekretaris pun menjawab dengan lugas: pengendalian tidak harus mahal atau rumit, cukup dengan pembagian tugas yang transparan serta penandatanganan setiap produk kerja sebagai bentuk tanggung jawab pribadi. Ketua KPU turut memberikan catatan khusus. Ia meminta setiap divisi membuat peta risiko sederhana untuk pekerjaan mereka masing-masing. Peta tersebut akan menjadi bahan evaluasi pada rapat pleno bulan depan. Para peserta rapat tampak antusias. Mereka bergantian mencatat poin-poin penting yang disampaikan Sekretaris. Beberapa staf administrasi mengaku baru memahami betapa strategisnya SPIP dalam menjaga mutu pelayanan publik. Menjelang siang, rapat pleno ditutup oleh Ketua KPU dengan pesan bahwa pemahaman tentang SPIP tidak boleh berhenti di ruang rapat. Seluruh pegawai diharapkan menjadikan lima komponen tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari. Chaeruman sendiri menyatakan kesiapan untuk mendampingi setiap bagian yang masih merasa bingung menerapkan SPIP secara teknis.


Selengkapnya
14

Evaluasi Kinerja dan Matangkan Rencana Kerja Minggu Kedua

Majalengka, Senin (11/05/2026), Suasana ruang rapat utama KPU Kabupaten Majalengka terlihat serius namun dinamis pagi ini. Seluruh komisioner beserta jajaran sekretariat mengikuti rapat pleno rutin yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Majalengka. Agenda utama pertemuan mencakup dua hal besar: evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kerja periode sebelumnya, serta penyusunan rencana kerja untuk minggu kedua bulan Mei 2026. Rapat dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Ketua KPU membuka diskusi dengan memaparkan sejumlah capaian dan catatan penting dari kegiatan sepekan terakhir, termasuk sosialisasi pemilih pemula di SMAN 1 Jatiwangi, apel pagi dengan penguatan budaya BerAKHLAK, serta persiapan teknis menjelang tahapan pemilu berikutnya. Setiap divisi diberi kesempatan memaparkan capaian dan kendala yang dihadapi di lapangan. Divisi Data dan Informasi menyampaikan perkembangan layanan Cek DPT Online yang mulai banyak diakses masyarakat usai sosialisasi masif. Sementara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas) melaporkan jadwal kegiatan di sejumlah sekolah yang sudah memasuki tahap konfirmasi. Para peserta rapat bergantian mengajukan masukan dan solusi terhadap setiap tantangan yang muncul. Pembahasan rencana kerja minggu kedua difokuskan pada tiga prioritas: mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan terkait pemutakhiran data pemilih, menjadwalkan kunjungan ke lembaga pendidikan lanjutan untuk edukasi demokrasi, serta menyelesaikan administrasi laporan pertanggungjawaban kegiatan bulan lalu. Ketua KPU mengingatkan pentingnya disiplin waktu dan ketelitian dalam setiap pekerjaan. "Setiap data yang keluar dari ruangan ini harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada informasi yang terlewat atau tidak sinkron. Karena masyarakat menunggu kepastian dari kita," ujar Ketua KPU di tengah arahan. Tidak ketinggalan, bagian sekretariat turut melaporkan kesiapan logistik dan sumber daya manusia untuk mendukung berbagai agenda. Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka, Chaeruman Setia Nugraha, menegaskan bahwa seluruh staf siaga membantu kelancaran tugas-tugas komisioner. Rapat berlangsung interaktif dan efisien. Setiap keputusan diambil secara musyawarah dengan mengedepankan prinsip kolektif kolegial. Hasil akhir pertemuan menghasilkan jadwal kerja terperinci yang langsung didistribusikan ke masing-masing divisi usai rapat usai. Menjelang siang, ruang rapat mulai sepi. Ketua KPU menutup pleno dengan pesan agar seluruh jajaran tidak kehilangan semangat meskipun dihadapkan pada agenda yang padat. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menemukan cara yang lebih baik. Dengan koordinasi yang terus dipelihara, KPU Kabupaten Majalengka optimis mampu menjalankan setiap tahapan secara cermat dan tepat waktu. Rapat pleno rutin ke depan akan terus menjadi ruang strategis menjaga asa semua tugas berjalan seimbang dan terarah.


Selengkapnya
29

Kadiv Data dan Informasi KPU Majalengka Ajak Pemilih Pemula Cek DPT Online

Majalengka, Senin (11/05/2026), Suasana berbeda terasa di halaman SMAN 1 Jatiwangi pagi ini. Ratusan siswa mengikuti upacara bendera Senin yang dikemas istimewa dengan sentuhan edukasi kepemiluan. Bertindak selaku Pembina Upacara, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Majalengka, Elih Solehah Fatimah, menyapa langsung para generasi muda yang termasuk segmen potensial pemilih pemula. Dalam amanatnya, Elih tidak hanya menyampaikan pesan kebangsaan biasa. Ia dengan lugas mengajak seluruh siswa yang telah memenuhi syarat untuk menyambut pemilu sebagai momen menentukan masa depan daerah dan bangsa. "Kalian bukan sekadar pelajar. Beberapa dari kalian sudah atau akan segera memiliki hak pilih. Gunakan kesempatan itu dengan bijak," ujar di hadapan barisan Siswa/I SMAN 1 Jatiwangi. Elih menyampaikan empat pokok pikiran penting yang menjadi perhatian utama: Pemilu sebagai sarana menyuarakan aspirasi, Setiap suara muda berarti menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan. Jangan biarkan orang lain menentukan pilihan bagi kalian. Kesalahan data pemilih sering terjadi karena ketidaktahuan, Banyak pemilih pemula tidak sadar namanya belum terdaftar atau salah Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena tidak pernah mengecek. KPU menyediakan layanan Cek DPT Online, Pemilih dapat mengakses situs resmi cekdptonline.kpu.go.id cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hasilnya langsung muncul, lengkap dengan lokasi TPS. Ajak teman dan keluarga untuk mengecek Bersama, Satu orang yang paham bisa menularkan kesadaran kepada lingkungan terdekat. Hal ini mencegah banyak warga kehilangan hak suaranya di hari pemungutan. Para siswa mendengarkan dengan saksama, Kepala SMAN 1 Jatiwangi yang turut hadir menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyelenggara pemilu sangat diperlukan untuk menciptakan generasi melek demokrasi. Usai upacara, Elih menyempatkan diri berkeliling menjawab pertanyaan siswa secara langsung. Beberapa di antaranya bertanya tentang prosedur jika nama belum muncul di DPT dan cara mengurus pindah memilih bagi yang bersekolah di luar domisili. Kegiatan pagi itu berakhir dengan senyuman dan semangat baru. Elih Solehah Fatimah berpesan agar setiap siswa tidak segan mengakses layanan resmi KPU kapan saja. Dengan langkah kecil seperti mengecek data pemilih dari rumah, kata Elih, generasi muda sudah turut menjaga kemurnian suara rakyat. SMAN 1 Jatiwangi pun menyatakan kesediaannya menjadi duta sosialisasi bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Jatiwangi. Rencananya, kegiatan serupa akan digulirkan secara berkala ke berbagai titik agar tidak ada lagi pemilih pemula yang kehilangan haknya karena faktor kelalaian administrasi.


Selengkapnya
17

Ibadah dan Akhlak Kunci Kerja Berkelas

Majalengka, Senin (11/05/2026), Halaman Sekretariat KPU Kabupaten Majalengka tampak khidmat Senin pagi ini. Seluruh jajaran komisioner, ASN, serta staf sekretariat mengikuti apel pagi rutin yang berlangsung tepat pukul 07.30 WIB. Bertindak selaku Pembina Apel, Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka, Chaeruman Setia Nugraha, memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam amanatnya, Chaeruman tidak sekadar menyampaikan pengarahan prosedural. Ia mengangkat dua landasan penting yang menurutnya menjadi fondasi setiap pekerjaan berkualitas: nilai-nilai ibadah dan budaya BerAKHLAK. Dengan suara tegas namun penuh keteduhan, ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas di kantor dapat bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar dan dilakukan secara profesional. "Bekerja bukan sekadar mengejar target administrasi. Saat kita melayani pemangku kepentingan dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab, maka itu bagian dari pengabdian. Niatkan setiap gerak kita untuk kemaslahatan masyarakat luas," ujara di hadapan peserta apel. Chaeruman menyoroti tiga pesan utama: Ibadah menyatu dalam keseharian kerja, Ketepatan waktu, kejujuran melaporkan data, serta kerelaan membantu rekan kerja merupakan cerminan spiritualitas dalam berorganisasi. Tingkatkan terus budaya BerAKHLAK di lingkungan kerja, Nilai Berorientasi, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus tampak dalam perilaku nyata, bukan sekadar slogan. Jadikan apel pagi sebagai momen menyelaraskan hati dan tugas Bukan formalitas, melainkan ruang menyamakan persepsi dan energi positif sebelum mengawali pelayanan. Para peserta apel tampak serius meresapi setiap kalimat yang disampaikan. Beberapa staf terlihat mencatat poin penting untuk diterapkan di unit kerja masing-masing. Suasana tetap terasa hangat karena Chaeruman menyelipkan candaan ringan di sela-sela amanat. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan kebersihan lingkungan bersama. Wajah-wajah di sekretariat terlihat lebih segar dan siap menjalani tugas harian. Chaeruman menutup pengarahannya dengan harapan agar seluruh pegawai tidak pernah lelah memperbaiki diri. Menurutnya, organisasi yang hebat lahir dari individu-individu yang terus belajar dan memegang teguh nilai-nilai luhur. Apel pagi rutin ke depan akan terus diisi dengan penguatan karakter, bukan sekadar ceremonial. Dengan langkah sederhana namun konsisten ini, Sekretariat KPU Kabupaten Majalengka bertekad menjadi tempat kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga bermakna bagi setiap insan di dalamnya.


Selengkapnya
27

Perkuat Efektivitas Kerja, KPU Majalengka Gelar Evaluasi WFO dan WFH

Majalengka (08/05/2026), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka menggelar rapat internal evaluasi pelaksanaan tugas kedinasan dengan skema Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris KPU Kabupaten Majalengka, Chaeruman Setia Nugraha, dan diikuti oleh jajaran sekretariat KPU Kabupaten Majalengka. Rapat evaluasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan kedisiplinan pelaksanaan tugas kedinasan di lingkungan KPU Kabupaten Majalengka. Dalam arahannya, Chaeruman Setia Nugraha menekankan pentingnya menjaga kualitas kinerja, koordinasi, serta tanggung jawab pegawai, baik saat bekerja dari kantor maupun dari rumah. Menurutnya, penerapan pola kerja WFO dan WFH harus tetap mengedepankan profesionalitas dan pelayanan optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan setiap tugas dan fungsi kelembagaan tetap berjalan secara efektif dan terukur. Selain membahas pelaksanaan tugas kedinasan, rapat juga menjadi forum diskusi terkait kendala dan kebutuhan yang dihadapi selama penerapan pola kerja tersebut. Berbagai masukan dari peserta rapat turut disampaikan guna menciptakan sistem kerja yang lebih adaptif, produktif, dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Chaeruman juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antar pegawai agar koordinasi pekerjaan tetap berjalan lancar meskipun dilaksanakan dengan pola kerja yang berbeda. Ia berharap seluruh jajaran dapat terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat kerja dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.


Selengkapnya
🔊 Putar Suara